Kamis, 02 Juli 2015

Pemimpin Muda yang Visioner





Nama beliau adalah Assyari Abdullah. Dia sering disapa dengan sebutan "Assyari" atau dengan panggilan "Ari". Untuk menjadi seorang dosen, beliau masih terbilang muda. Dapat kita lihat dari umurnya yang memang masih muda. Beliau lahir di desa Tanjung Alai kecamatan XIII Koto Kampar Tanggal 10 Mei 1986 dari pasangan "Abdullah dan Rozaimah". Seseorang yang sangat visioner dan mempunyai ambisi yang kuat untuk mengejar mimpi-mimpinya. Sebagai seorang bujangan, beliau yang cukup mapan ini tidak pernah mengeluh untuk mengurus semua yang seharusnya bukan menjadi tanggung jawabnya.



Sedikit yang saya tahu karna juga saya mengorek-ngorek privasi beliau. Beliau adalah seorang yang sangat tekun dalam belajar dan bercita-cita mulia, yaitu untuk menjadi orang yang berguna bagi orang banyak dan agamanya. 

Dari kecil beliau sudah di didik untuk mandiri oleh kedua orang tuanya. Dia tumbuh menjadi seorang yang pekerja keras dan gigih. Kisahnya yang menurut saya sangat dramatis dan jarang dilakukan anak zaman sekarang, adalah ketika dia harus membanting tulang sepulang sekolah dulu agar dapat memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Sebagai seorang tamatan pesantren, beliau juga telaten dalam mengaji. Beliau sempat mengajar ngaji dengan honor 12000 rupiah seminggu. Dan dia berhenti ketika honor tersebut ngadet bayarnya. 




Inilah sedikit rekam jejak beliau yang sangat visioner dan mungkin akan menginspirasi bagi orang banyak belia pernah menjabat sebagai Pjs Ketua Umum HMI Komisariat Dakwah & Ilmu Komunikasi dan Sains Teknologi UIN


 ini bukti nyata kecintaan beliau terhadap agamanya



beliau juga seorang Penulis yang handal



Masih banyak hal yang bisa kita lihat dari sosok inspirator tersebut. Selain menjadi orang yang smart, ramah, murah senyum dan pekerja keras. Tetapi itu semua tidak menjadikannya sosok yang berbangga diri, melainkan dengan kisah perjalanan hidupnya ini, dia ingin memberikan inspirasi kepada orang-orang yang diberitahunya. Dia ingin sekali banyak orang yang bisa meneruskan jejak hidupnya yang tidak mudah menyerah. Bukan hanya tidak mudah menyerah, tetapi juga berjuang sampai titik darah penghabisan. Hal itu yang saya membuat saya takjub terhadap dirinya. Tidak pernah mau meninggikan dirinya sendiri. Tetapi tetap memotivasi orang lain dan terus memotivasi.



Semoga postingan saya kali ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Jika ada kesalahan dalam penulisan, itu hal yang wajar untuk manusia. Karna kesempurnaan hanya milik Allah SWT. 

Terimakasih Kepada Mr. Assayari Abdullah, S.Sos., M.I.Kom atas bimbingannya dan inspirasinya..

Sampai jumpa di postingan saya berikutnya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar